
Bagaimana “Sang Monster” Bekerja?
Cukup dengan panggilan suara WhatsApp yang bahkan tidak perlu diangkat oleh korban, Pegasus dapat menginstal dirinya sendiri ke dalam sistem operasi iOS atau Android. Setelah berhasil masuk, spyware ini akan menghapus log panggilan tersebut secara otomatis untuk memastikan korban sama sekali tidak menyadari kehadiran sang penyusup
Kemampuan Invasi Total
- Membaca seluruh pesan singkat (SMS, WhatsApp, Signal, Telegram) meskipun telah terenkripsi.
- Menyadap panggilan telepon dan melacak lokasi GPS korban secara real-time.
- Mengaktifkan mikrofon dan kamera ponsel dari jarak jauh secara diam-diam untuk merekam pembicaraan di sekitar korban.
- Mengunduh seluruh galeri foto, video, dokumen pribadi, serta riwayat kata sandi.
- Membaca seluruh pesan singkat (SMS, WhatsApp, Signal, Telegram) meskipun telah terenkripsi.
Proyek Pegasus: Menguak Sisi Gelap Global
Reputasi Pegasus sebagai monster siber meledak ke permukaan melalui investigasi kolaboratif berskala besar bernama The Pegasus Project pada tahun 2021. Investigasi yang dipelopori oleh organisasi jurnalisme non-profit Forbidden Stories bersama Amnesty International berhasil mengungkap kebocoran data berupa 50.000 nomor telepon yang menjadi target potensial dari klien-klien NSO Group.
Hasil forensik digital membuktikan bahwa alat ini justru disalahgunakan oleh berbagai rezim pemerintahan di dunia untuk memata-matai sedikitnya 180 jurnalis, aktivis hak asasi manusia, pengacara, hingga pemimpin politik oposisi. Salah satu kasus paling menggemparkan adalah jejak infeksi Pegasus yang ditemukan pada perangkat milik orang-orang terdekat jurnalis kawakan The Washington Post, Jamal Khashoggi, beberapa saat sebelum dan sesudah pembunuhan tragisnya.
Kesimpulan: Ancaman Nyata bagi Demokrasi
Daftar Pustaka
- Amnesty International. (2021). Forensic Methodology Report: How to catch NSO Group’s Pegasus. Amnesty International Security Lab. Diakses dari Amnesty International
- Forbidden Stories. (2021). Pegasus: The new global weapon for silencing journalists. The Pegasus Project Consortium. Diakses dari Forbidden Stories
- Marczak, B., Guarnieri, C., Anstis, S., & Scott-Railton, J. (2018). NSO Group Infrastructure Linked to Targeting of Amnesty International Staff and Saudi Activist. The Citizen Lab, Munk School of Global Affairs, University of Toronto. Diakses dari The Citizen Lab
- The Guardian. (2021). Revealed: Leak uncovers global abuse of cyber-surveillance weapon. Guardian News & Media. Diakses dari The Guardian
- Access Now & The Citizen Lab. (2024). Journalists, Activists, and Civil Society Targeted in Jordan with NSO Group’s Pegasus Spyware. Access Now Research Publication. Diakses dari Al Jazeera
- Amnesty International. (2021). Forensic Methodology Report: How to catch NSO Group’s Pegasus. Amnesty International Security Lab. Diakses dari Amnesty International
1 Comment
Pingback: Pertahanan Digital : Tata Cara Menangkal Serangan Siber Aplikasi Pegasus – IPAMA