
Oleh : Rochmad Taufiq (Pengurus IPAMA JATENG)
Konco-konco, waktunya upgrading!
Dunia berubah. Tantangan lingkungan berubah. Peluang ekonomi juga berubah.
Maka kalau cara berpikir, kapasitas, dan keberanian kita tidak ikut berubah, jangan heran kalau akhirnya kita hanya menjadi penonton dari perubahan yang sebenarnya bisa kita ciptakan sendiri.
Jepara memiliki potensi besar. Data yang telah dihimpun menunjukkan kawasan mangrove yang telah ditanam mencapai sekitar 44,84 hektare, tersebar di sejumlah wilayah pesisir.
Ini bukan sekadar angka
Di sana ada abrasi yang harus kita cegah. Ada ekosistem yang harus kita selamatkan. Ada masyarakat pesisir yang harus diperkuat. Dan ada peluang ekonomi yang perlu dipahami dengan serius.
Pembicaraan tentang carbon trading membuka perspektif baru.
Mangrove tidak hanya dipandang sebagai tanaman penghijau atau benteng alami pantai. Dalam kerangka kebijakan dan mekanisme karbon yang tepat, ekosistem mangrove juga dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Tetapi jangan buru-buru bicara uang sebelum kita bicara kapasitas.
Inilah pentingnya upgrading perkaderan.
Kader hari ini harus mampu membaca data.
Harus memahami lingkungan.
Harus melek teknologi.
Harus memahami regulasi.
Harus mengerti kelembagaan.
Harus mampu membangun jejaring.
Dan yang paling penting: harus tetap memiliki integritas.
Sebab peluang besar tanpa integritas dapat menjadi masalah. Sebaliknya, idealisme tanpa kapasitas sering kali hanya berhenti menjadi wacana.
Maka mari kita satukan keduanya:
Idealisme + ilmu + data + jaringan + aksi.
Kawan-kawan yang dulu aktif sebagai mahasiswa, aktivis lingkungan, organisasi kepemudaan maupun gerakan sosial, jangan berhenti pada nostalgia.
Pengalaman masa lalu harus menjadi modal untuk menjawab persoalan masa depan.
Yang punya akses, bukakan akses.
Yang punya ilmu, berbagi ilmu.
Yang punya jaringan, bangun kolaborasi.
Yang punya kemampuan teknis, ajari kader berikutnya.
Jangan merasa hebat karena menjadi satu-satunya orang yang tahu. Justru keberhasilan seorang kader adalah ketika semakin banyak orang mampu bergerak setelah belajar darinya.
Karena perjuangan bukan tentang siapa yang paling terlihat.
Perjuangan adalah tentang seberapa banyak manfaat yang bisa kita tinggalkan.
Mari kita jadikan mangrove bukan hanya sebagai pohon yang kita tanam, tetapi sebagai simbol bahwa gerakan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, ekonomi hijau, dan perkaderan dapat berjalan bersama.
Tanam mangrovenya.
Rawat ekosistemnya.
Perkuat masyarakatnya.
Upgrade kadernya.
Bangun kelembagaannya.
Jaga amanahnya.
Dan kepada konco-konco seperjuangan:
«Jangan hanya menjadi generasi yang pandai menceritakan sejarah perjuangan. Jadilah generasi yang mampu menulis sejarah baru dengan karya.»
Waktunya upgrading.
Waktunya bergerak.
Waktunya memberi manfaat.
Karena perubahan tidak menunggu orang yang paling sempurna. Perubahan dimulai dari orang-orang yang mau belajar, berkolaborasi, dan berani mengambil langkah pertama. ….

1 Komentar
Pingback: Dari Jawa Tengah ke Panggung Dunia, M. Unggul Tri Budiharjo Bawa Semangat Inovasi Hijau – IPAMA