{"id":750,"date":"2026-09-25T05:46:17","date_gmt":"2026-09-24T22:46:17","guid":{"rendered":"https:\/\/ipama.id\/?p=750"},"modified":"2026-09-27T19:53:01","modified_gmt":"2026-09-27T12:53:01","slug":"refleksi-hari-tani-24-september-2026-menakar-kedaulatan-pangan-di-tengah-disrupsi-iklim-dan-krisis-regenerasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ipama.id\/en\/refleksi-hari-tani-24-september-2026-menakar-kedaulatan-pangan-di-tengah-disrupsi-iklim-dan-krisis-regenerasi\/","title":{"rendered":"Refleksi Hari Tani 24 September 2026: Menakar Kedaulatan Pangan di Tengah Disrupsi Iklim dan Krisis Regenerasi"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Oleh : IPAMA PUSAT<\/strong><\/p>\n\n\n<figure class=\"wp-block-post-featured-image\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1408\" height=\"768\" src=\"https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Refleksi-Hari-Tani-24-September-2026.jpg\" class=\"attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image\" alt=\"\" style=\"object-fit:cover;\" srcset=\"https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Refleksi-Hari-Tani-24-September-2026.jpg 1408w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Refleksi-Hari-Tani-24-September-2026-150x82.jpg 150w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Refleksi-Hari-Tani-24-September-2026-450x245.jpg 450w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Refleksi-Hari-Tani-24-September-2026-1200x655.jpg 1200w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Refleksi-Hari-Tani-24-September-2026-768x419.jpg 768w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Refleksi-Hari-Tani-24-September-2026-300x164.jpg 300w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Refleksi-Hari-Tani-24-September-2026-1024x559.jpg 1024w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Refleksi-Hari-Tani-24-September-2026-18x10.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1408px) 100vw, 1408px\" \/><\/figure>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peringatan <strong>Hari Tani Nasional pada 24 September 2026<\/strong> membawa momentum refleksi yang mendalam bagi masa depan agraria di Indonesia. Lahir dari momentum historis pengesahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960), hari ini dirancang sebagai pengingat akan pentingnya keadilan tanah dan kesejahteraan bagi mereka yang merawat bumi Nusantara. Di tahun <strong>2026<\/strong>, perayaan ini mengusung tema besar <strong>&#8220;Petani Kuat, Pangan Berdaulat, Indonesia Maju&#8221;<\/strong>. Tema tersebut menggarisbawahi realitas objektif bahwa fondasi ketahanan ekonomi dan politik sebuah bangsa bermula dari kedaulatan atas sawah dan ladangnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, di tengah retorika swasembada, sektor agraris nasional sedang berhadapan dengan badai disrupsi yang menuntut penyelesaian konkret, bukan sekadar perayaan seremonial.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akar Masalah Kontemporer: Ketimpangan Lahan dan Konflik Agraria<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Esensi dari UUPA 1960 sesungguhnya adalah mendistribusikan keadilan agraria demi menghapus warisan kolonialisme yang timpang. Sayangnya, hingga tahun <strong>2026<\/strong>, ketimpangan penguasaan lahan masih menjadi salah satu batu sandungan terbesar pertanian nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mayoritas petani di Indonesia merupakan <strong>petani gurem<\/strong> dengan kepemilikan lahan yang sangat sempit, rata-rata kurang dari 0,5 hektare per kepala keluarga. Kondisi ini diperparah oleh masifnya alih fungsi lahan produktif menjadi kawasan industri dan permukiman. Di berbagai wilayah, seperti yang disuarakan oleh aksi massa gabungan di Lampung pada September <strong>2026<\/strong>, konflik agraria menahun dan tumpang tindih perizinan masih terus menuntut kehadiran negara untuk melakukan penataan ulang melalui Reforma Agraria yang berkeadilan. Tanpa kepastian hak atas tanah, petani akan terus berada pada posisi rentan penggusuran dan kehilangan ruang hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ancaman Kembar: Perubahan Iklim Ekstrem dan Ancaman Gagal Panen<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tantangan bagi petani tidak berhenti pada keterbatasan tanah. Sepanjang tahun <strong>2026<\/strong>, sektor pertanian nasional sangat merasakan dampak nyata dari <strong>perubahan iklim global<\/strong>. Anomali cuaca yang memicu musim kemarau berkepanjangan telah mengancam ketersediaan air irigasi di lumbung-lumbung pangan utama, termasuk wilayah Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketergantungan yang tinggi pada alam membuat ketahanan pangan nasional menjadi rapuh. Pemerintah memang telah merespons krisis air ini dengan mendistribusikan puluhan ribu unit pompa air serta mengoptimalkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Sinergi darurat ini setidaknya memberikan bantalan bagi petani yang terdampak risiko gagal panen (<em>puso<\/em>). Namun, solusi jangka panjang tetap memerlukan transformasi yang lebih radikal ke arah manajemen air terpadu dan penerapan teknologi agronomi yang adaptif terhadap perubahan cuaca.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ipama wp-block-embed-ipama\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"bXdngsVXhn\"><a href=\"https:\/\/ipama.id\/en\/bidang-pengembangan-bisnis-ipama\/\">Bidang Pengembangan Bisnis IPAMA<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cBidang Pengembangan Bisnis IPAMA\u201d \u2014 IPAMA\" src=\"https:\/\/ipama.id\/bidang-pengembangan-bisnis-ipama\/embed\/#?secret=7y3nMIxP8B#?secret=bXdngsVXhn\" data-secret=\"bXdngsVXhn\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Krisis Regenerasi: Menanti Tangan Dingin Pemuda Milenial dan Gen Z<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persoalan krusial lain yang membayangi refleksi Hari Tani <strong>2026<\/strong> adalah <strong>krisis generasi<\/strong>. Sektor pertanian di Indonesia masih didominasi oleh kelompok usia tua dengan tingkat adopsi teknologi yang relatif lambat. Stereotipe bahwa bekerja di sektor pertanian identik dengan kemiskinan, kerja fisik yang melelahkan, dan ketidakpastian ekonomi membuat generasi muda enggan turun ke ladang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengubah cara pandang ini adalah agenda mendesak. Sektor pertanian masa depan tidak bisa lagi dikelola dengan pola-pola konvensional semata. Keterlibatan generasi muda\u2014terutama Gen Z dan milenial\u2014menjadi kunci keberlanjutan sektor agribisnis. Melalui modernisasi sistem, seperti penerapan <em>Advanced Agriculture System<\/em> (PM-AAS) dan <em>Smart Farming<\/em>, pertanian harus dikemas sebagai industri berbasis inovasi digital yang menjanjikan keuntungan ekonomi yang konkret. Kepemimpinan pemuda dengan mentalitas kewirausahaan yang kokoh adalah modal utama untuk memotong rantai distribusi pasar yang selama ini merugikan petani di tingkat hulu.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hilirisasi dan Posisi Tawar Ekonomi Petani<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah strategis terakhir yang harus dikebut dalam momentum Hari Tani <strong>2026<\/strong> adalah penguatan <strong>hilirisasi pertanian<\/strong>. Petani tidak boleh terus-menerus diposisikan hanya sebagai penyedia bahan mentah komoditas yang rentan terhadap permainan harga tengkulak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil panen petani harus didorong agar dapat diolah menjadi produk turunan yang bernilai tambah di pedesaan. Hal ini memerlukan intervensi kebijakan berupa penguatan kelembagaan koperasi petani, pemberian bantuan fasilitas pengering (<em>dryer<\/em>), hingga pembukaan akses pasar digital langsung ke konsumen. Jika ekosistem agribisnis dari hulu hingga hilir terkoneksi dengan adil, maka nilai ekonomi terbesar dari sektor pangan akan kembali dan dinikmati langsung oleh mereka yang mencangkul di sawah.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ipama wp-block-embed-ipama\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"YZOTOBSzCC\"><a href=\"https:\/\/ipama.id\/en\/mengubah-wajah-sawah-keberhasilan-dan-masa-depan-program-petani-milenial-di-jawa-barat-selatan\/\">Mengubah Wajah Sawah: Keberhasilan dan Masa Depan Program Petani Milenial di Jawa Barat Selatan<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cMengubah Wajah Sawah: Keberhasilan dan Masa Depan Program Petani Milenial di Jawa Barat Selatan\u201d \u2014 IPAMA\" src=\"https:\/\/ipama.id\/mengubah-wajah-sawah-keberhasilan-dan-masa-depan-program-petani-milenial-di-jawa-barat-selatan\/embed\/#?secret=QP2FBfbYvF#?secret=YZOTOBSzCC\" data-secret=\"YZOTOBSzCC\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Refleksi Hari Tani Nasional 24 September 2026 menegaskan kembali bahwa <strong>kedaulatan pangan tidak akan pernah terwujud tanpa kedaulatan petani<\/strong>. Ketahanan sebuah bangsa diuji bukan hanya dari berapa juta ton beras yang mampu diimpor atau disimpan di gudang bulog, melainkan dari seberapa sejahtera hidup para petani lokal yang memproduksinya. Menyelesaikan konflik agraria, mempercepat modernisasi ramah iklim, memicu regenerasi pemuda, dan memperkuat posisi tawar ekonomi petani adalah pekerjaan rumah besar yang menuntut kolaborasi nyata antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pelaku usaha. Hanya dengan cara demikian, kita dapat benar-benar memuliakan petani sebagai pilar utama kehidupan bangsa.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Antara News.<\/strong> (2026). <em>Hari Tani Nasional, momentum menjadikan petani berdaulat.<\/em> Diakses pada 25 September 2026, dari Antara News.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kementerian Pertanian Republik Indonesia.<\/strong> (2026). <em>Hadapi Kemarau 2026, Kementan Perkuat Strategi Jaga Keberlanjutan Produksi Pangan.<\/em> Jakarta: Kementan RI.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Launu, S.<\/strong> (2026). <em>Refleksi Hari Tani Nasional 24 September 2026: Membangun Pertanian Kolaka Utara yang Maju, Berdaya Saing dan Berkelanjutan.<\/em> <a href=\"https:\/\/www.lajur.co\/refleksi-hari-tani-nasional-24-september-2026-membangun-pertanian-kolaka-utara-yang-maju-berdaya-saing-dan-berkelanjutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lajur Co<\/a>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prasetya Universitas Brawijaya.<\/strong> (2026). <em>FBiPK UB Bahas Masa Depan Pertanian di Tengah Perubahan Iklim dan Geopolitik.<\/em> Malang: Universitas Brawijaya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Republik Indonesia.<\/strong> (1960). <em>Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).<\/em> Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sitorus, M. &amp; Supriatna, A.<\/strong> (2026). <em>Tantangan dan Strategi Pembangunan Pertanian di Indonesia Era Disrupsi.<\/em> Jurnal Media Akademik, 4(1), 102-115.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.<\/strong> (2026). <em>Krisis Regenerasi Petani, Seminar Gantari 2026 Soroti Peran Pemuda dalam Penggerak Keberlanjutan.<\/em> Jakarta: UIN Jakarta.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Universitas Muhammadiyah Palembang.<\/strong> (2026). <em>Prospek Agribisnis Indonesia Tahun 2026: Peluang, Tantangan, dan Arah Pengembangan.<\/em> Palembang: Fakultas Pertanian UM Palembang.<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : IPAMA PUSAT Peringatan Hari Tani Nasional pada 24 September 2026 membawa momentum refleksi yang mendalam bagi masa depan agraria di Indonesia. Lahir dari momentum historis pengesahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960), hari ini dirancang sebagai pengingat akan pentingnya keadilan tanah dan kesejahteraan bagi mereka yang merawat<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":751,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[12,9],"tags":[296,298,295,297,299],"class_list":["post-750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-news","category-opini","tag-24-september-2026","tag-disrupsi-iklim","tag-hari-tani","tag-kedaulatan-pangan","tag-krisis-regenerasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=750"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/750\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":752,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/750\/revisions\/752"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/751"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}