{"id":686,"date":"2026-09-20T07:42:54","date_gmt":"2026-09-20T00:42:54","guid":{"rendered":"https:\/\/ipama.id\/?p=686"},"modified":"2026-09-20T07:52:10","modified_gmt":"2026-09-20T00:52:10","slug":"menembus-batas-ketimpangan-strategi-menyeimbangkan-pembangunan-jabar-utara-dan-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ipama.id\/en\/menembus-batas-ketimpangan-strategi-menyeimbangkan-pembangunan-jabar-utara-dan-selatan\/","title":{"rendered":"Menembus Batas Ketimpangan: Strategi Menyeimbangkan Pembangunan Jabar Utara dan Selatan"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Oleh : IPAMA PUSAT<\/strong><\/p>\n\n\n<figure class=\"wp-block-post-featured-image\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1408\" height=\"768\" src=\"https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menembus-Batas-Ketimpangan-Strategi-Menyeimbangkan-Pembangunan-Jabar-Utara-dan-Selatan.jpg\" class=\"attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image\" alt=\"\" style=\"object-fit:cover;\" srcset=\"https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menembus-Batas-Ketimpangan-Strategi-Menyeimbangkan-Pembangunan-Jabar-Utara-dan-Selatan.jpg 1408w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menembus-Batas-Ketimpangan-Strategi-Menyeimbangkan-Pembangunan-Jabar-Utara-dan-Selatan-18x10.jpg 18w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menembus-Batas-Ketimpangan-Strategi-Menyeimbangkan-Pembangunan-Jabar-Utara-dan-Selatan-150x82.jpg 150w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menembus-Batas-Ketimpangan-Strategi-Menyeimbangkan-Pembangunan-Jabar-Utara-dan-Selatan-450x245.jpg 450w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menembus-Batas-Ketimpangan-Strategi-Menyeimbangkan-Pembangunan-Jabar-Utara-dan-Selatan-1200x655.jpg 1200w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menembus-Batas-Ketimpangan-Strategi-Menyeimbangkan-Pembangunan-Jabar-Utara-dan-Selatan-768x419.jpg 768w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menembus-Batas-Ketimpangan-Strategi-Menyeimbangkan-Pembangunan-Jabar-Utara-dan-Selatan-300x164.jpg 300w, https:\/\/ipama.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menembus-Batas-Ketimpangan-Strategi-Menyeimbangkan-Pembangunan-Jabar-Utara-dan-Selatan-1024x559.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1408px) 100vw, 1408px\" \/><\/figure>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketimpangan spasial masih menjadi tantangan struktural yang nyata bagi Provinsi Jawa Barat. Wilayah Jawa Barat bagian utara\u2014yang ditopang kuat oleh sektor industri manufaktur, infrastruktur modern, dan akses logistik yang superior\u2014berkembang pesat menembus koridor ekonomi nasional. Sebaliknya, wilayah Jawa Barat bagian selatan yang berbasis agraris dan bertumpu pada sektor primer cenderung berjalan lebih lambat. Agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat di satu kutub, pengurangan kesenjangan wilayah ini harus terus menjadi prioritas kebijakan strategis yang dieksekusi secara berkelanjutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Akar Kesenjangan Dua Koridor<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kunci utama dari cepatnya akselerasi di wilayah utara adalah aglomerasi industri dan konektivitas tinggi, seperti adanya akses jalan tol lintas Jawa, pelabuhan, hingga kedekatan geografis dengan ibu kota. Sektor industri memberikan nilai tambah (value added) yang besar serta menyerap tenaga kerja formal secara masif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, wilayah selatan dianugerahi potensi alam, perkebunan, dan pariwisata yang luar biasa. Namun, keterbatasan konektivitas, minimnya investasi manufaktur, dan rantai pasok pertanian yang masih tradisional membuat laju pertumbuhan ekonominya tertinggal. Penduduk di selatan mayoritas bekerja di sektor pertanian informal yang sangat rentan terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ipama wp-block-embed-ipama\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"4FjZLjrK2Z\"><a href=\"https:\/\/ipama.id\/en\/bidang-pengembangan-bisnis-ipama\/\">Bidang Pengembangan Bisnis IPAMA<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cBidang Pengembangan Bisnis IPAMA\u201d \u2014 IPAMA\" src=\"https:\/\/ipama.id\/bidang-pengembangan-bisnis-ipama\/embed\/#?secret=pUHTq06gag#?secret=4FjZLjrK2Z\" data-secret=\"4FjZLjrK2Z\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Strategi Intervensi Kebijakan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui perencanaan tata ruang dan kebijakan yang integratif, pemerintah dapat mengikis jurang pemisah ini melalui beberapa langkah strategis:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Akselerasi Konektivitas dan Infrastruktur Selatan<\/strong><br>Pembangunan jalur logistik seperti Jalan Lintas Pantai Selatan (Pansela) dan proyek tol penghubung harus terus dipercepat. Infrastruktur yang mumpuni akan memangkas biaya logistik hasil pertanian dan membuka akses keterisolasian wilayah selatan menuju pasar yang lebih luas.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Modernisasi dan Hilirisasi Sektor Agraris<\/strong><br>Mengubah wajah agraris selatan dari sektor tradisional menjadi berbasis teknologi (<em>smart farming<\/em>). Pemerintah perlu mendorong hilirisasi produk pertanian, sehingga komoditas dari selatan tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, melainkan produk olahan bernilai tinggi melalui sentra-sentra industri pengolahan makanan skala lokal.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Optimalisasi Sektor Pariwisata Berkelanjutan<\/strong><br>Wilayah selatan memiliki garis pantai dan pegunungan yang eksotis. Pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas (<em>community-based tourism<\/em>) dan <em>eco-tourism<\/em> dapat menjadi motor ekonomi alternatif yang cepat menghasilkan devisa bagi daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Peningkatan Kualitas SDM dan Insentif Investasi<\/strong><br>Untuk menarik investor ke wilayah selatan, pemerintah daerah perlu mempermudah regulasi dan memberikan insentif pajak yang menarik. Hal ini harus dibarengi dengan peningkatan mutu pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan potensi daerah, seperti sekolah kejuruan pertanian modern, kelautan, dan manajemen pariwisata.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ipama wp-block-embed-ipama\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"mzYHCraIqs\"><a href=\"https:\/\/ipama.id\/en\/merajut-potensi-pasundan-strategi-dan-tantangan-pengembangan-masyarakat-jawa-barat\/\">Merajut Potensi Pasundan: Strategi dan Tantangan Pengembangan Masyarakat Jawa Barat<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cMerajut Potensi Pasundan: Strategi dan Tantangan Pengembangan Masyarakat Jawa Barat\u201d \u2014 IPAMA\" src=\"https:\/\/ipama.id\/merajut-potensi-pasundan-strategi-dan-tantangan-pengembangan-masyarakat-jawa-barat\/embed\/#?secret=h8cf4xv4Yu#?secret=mzYHCraIqs\" data-secret=\"mzYHCraIqs\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengurangi kesenjangan antara Jabar Utara dan Jabar Selatan bukan berarti menahan laju pertumbuhan di utara, melainkan menarik ke atas potensi yang ada di selatan. Menjadikan pemerataan pembangunan sebagai prioritas strategis adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan Jawa Barat yang tidak hanya maju secara angka, tetapi juga adil, inklusif, dan sejahtera di setiap sudut wilayahnya.&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : IPAMA PUSAT Ketimpangan spasial masih menjadi tantangan struktural yang nyata bagi Provinsi Jawa Barat. Wilayah Jawa Barat bagian utara\u2014yang ditopang kuat oleh sektor industri manufaktur, infrastruktur modern, dan akses logistik yang superior\u2014berkembang pesat menembus koridor ekonomi nasional. Sebaliknya, wilayah Jawa Barat bagian selatan yang berbasis agraris dan bertumpu pada sektor primer cenderung berjalan<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":687,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[242,243,244],"class_list":["post-686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-opini","tag-jabar-selatan-dan-utara","tag-nemembus-ketimpangan","tag-strategi-menyeimbangkan-pembangunan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=686"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":688,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/686\/revisions\/688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ipama.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}